Saya memang tak mengundang dia. Lha wong tiba-tiba di plurknya bilang bahwa beliau sedang menanti keberangkatan pesawatnya menuju Bali. Walah walah… Imansyah mau ke Bali! Setelah saya cermati berulang kali *maklum, daya ingat saya lemah alias pikun akut*. Pertama, saya agak susah mengingat wajah antara Imansyah dan Isman. Yang kedua, saya bahkan lupa Imansyah ini siapa. Tak ada sedikitpun bayangan tentang siapa Imansyah, saya hanya ingat bahwa kami pernah kopdar sewaktu di Jakarta.

Akhirnya saya mengajak Imansyah kopdar di markas BBC bersama Pakdhe Mbilung juga. Sebenarnya di BBC ada acara syukuran kecil-kecilan atas award yang diterima di ajang Pesta Blogger kemarin sebagai komunitas blogger paling banyak janji (baca: The Most Promising Blogger Community). Tapi karena saya baru selesai traveling hari Senin (8 Desember), maka acara syukuran diundur tanggal 9 ini. Untuk menjamu tamu kehormatan, maka saya menawarkan diri untuk menjemput Imansyah di Kuta *modal nekad, padahal lupa yang mana orangnya*. Yak, mereka setuju diajak kopdar! Tinggal mempersiapkan segala sesuatunya, terutama plakat penghargaan PB kemarin, handycam, gudeg dari Jogja, bakpia dan yangko.

Tujuan pertama adalah Kuta Paradiso, hotel tempat Imansyah menginap. Setelah bertemu, ingatan saya berangsur pulih *oalah ini toh Imansyah itu, yang sering dipanggil ‘Mbu’ sama anak-anak Kampung Gajah*. Tujuan kedua adalah markas BBC, tapi sebelumnya saya menawarkan diri untuk menjemput Pakdhe. Ternyata Pakdhe akan ke markas bersama temannya. Oke, kami langsung ke markas.

Setibanya di markas, sudah ada beberapa orang yang asik mengobrol. Ada Ikke, Dek Didi, Anton, Ivant, Eka DS, Gentry dan Viar, plus 2 orang tak dikenal. Menurut info, 2 orang itu adalah Pak Rudy dan Arif. *oke, saya ndak kenal*. Setelah asik berkumpul bersama, saya berkata bahwa Pakdhe Mbilung akan hadir. Tanpa saya sadari, ternyata Pak Rudy itu ya Pakdhe Mbilung! Loalahhhhh… Malu dong saya? Tentu tidak! Hanya Imansyah yang menyadarinya *tapi saya rasa setelah ini semakin banyak orang yang mengetahui kebodohan saya ini*.

Persiapan… Ndak bole diangkut dulu sebelum dipoto, kata Mas Hendra

Persiapan acara dilakukan oleh Mas Hendra. Menanak nasi, menghangatkan gudeg, dan menyajikannya dengan rapi. Hebat kamu, Mas! Saya cuman bantu beli minuman dan sedikit menu tambahan bersama si Angsa. Akhirnya kami makan-makan sederhana, diawali dengan tag: hanya boleh 2 jumput alias 2 sendok. Tapi kok sisanya banyak? Padahal saya dan Imansyah sudah menambah porsinya *ups, buka kartu*. Oh iya, Arie dan Yanuar datang di saat yang tepat

Formasi lengkap? Anton mana?

Setelah acara menynantap makanan selesai, datanglah Dian Ina. Ada Mbak Dian Ina, berarti ada banyak cerita. Dan benarlah, dongeng sebelum tidur! *kok persis Mahen ya?*. Mulai dari menggosipkan si A, si D, si G, si K, si M, si Z… Eh sepertinya saya over exposed *nyembah-nyembah minta maap*. Lebih baik saya sudahi acara hari ini, semoga tak ada korban-korban berjatuhan setelah membaca postingan ini.

Akhir kata…..

Njis, norak sumpah!!! Kinclong booowww