Berawal dari perbincangan dengan seorang teman dari Jawa Tengah tentang rencana keberangkatannya ke Bali bulan depan. Sebut saja dia Wanda, seorang perantauan dari Jember yang tinggal dan bekerja di Semarang sebagai karyawan BUMN. *kok jadi ngomongin Wanda?*
Jadi, intinya Wanda ini buta tentang Bali dan dia pengen banget mengunjungi Pulau Bali yang katanya eksotis itu. Maka mulailah saya mengadu urat untuk menceritakan ini itu tentang Bali dan gimana cara ke Bali dengan cara mengirit alias backpacking. Tapi yang mengesalkan, setelah Wanda ada beberapa teman lain yang bertanya hal serupa. Untuk itu saya putuskan untuk membuat postingan di blog. Biar lebih enak, kalo ada yang tanya, tinggal print, ato suruh aja cek di blog ini.

Kalo mau ke Bali, sbenernya ada 2 jalur. Darat, atau udara. Jalur darat jelas jauh lebih murah, terutama menggunakan alat transportasi bus atau kereta api. Jangan khawatir, meskipun di Bali ga ada rel kereta, tapi minimal ada jadwal kereta menuju Bali. Biasanya penumpang akan diturunkan di Banyuwangi dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus PT KAI. Tapi yang namanya alat transportasi termurah, jadi jangan kaget kalo busnya ’seadanya’ dan cenderung kurang nyaman.

Setelah tiba di tujuan (airport/terminal), kita bisa menggunakan taksi. Tapi penggunaan taksi di terminal sangat tidak saya anjurkan, karena mereka bisa mematok harga 2x lipat. (Terminal ke rumah saya yang berjarak <5km bisa dipatok 50 ribu, padahal dengan argo segitu, kita uda bisa sampe Kuta). Begitupun taksi Bandara yang selalu terkenal mahal dengan tarif flatnya. Nah, di Bali kita bisa menggunakan jasa ojek. Tapi jangan sembarang ojek. Ojek yang mangkal di pinggir jalan bisa mematok harga 4-5x lipat dibanding harga normal. (Bayangin, dari sebuah tempat yang hanya berjarak 1km dari rumah saya, mereka mematok harga Rp. 75.000. Persetan!!). Saran saya, gunakan MotorTaxi dimanapun Anda berada selama di Bali. Tarifny asangat bersahabat (Denpasar - Ubud hnya Rp. 25.000,-. Bandingkan dengan taksi yang mematok harga Rp. 150.000,-). Selain itu Anda bisa menggunakan sepeda/motor/mobil sewaan sebagai transportasi sehari-hari. Ongkos sewa sepeda gayung skitar Rp. 25.000,-/hari, sewa motor berkisar antara 40-60rb/hari, dan mobil berkisar antara 100-300rb/hari (tanpa sopir dan BBM). Info terakhir, biaya sewa mobil Avanza adalah Rp 175.000,- s/d Rp 250.000,-/hari. Jangan tertipu karena ada yang hanya menyewakan mobilnya per 10 jam.

Selain masalah transportasi, tentu backpacker menemui kendala dalam hal penginapan. Ada banyak alternatif tempat menginap. Selain sanak saudara atau teman yang notabene gratisan, Anda juga bisa memilih losmen atau penginapan murah. Baik di Denpasar maupun di Kuta, harga penginapan ini terjangkau. Berkisar mulai Rp 40.000,- hingga Rp. 125.000,-). Atau jika Anda berniat untuk tinggal lebih dari 5 hari, saya sarankan untuk menyewa sebuah kamar kos (berkisar antara Rp. 150.000,- s/d Rp. 300.000,-/bln untuk daerah Dalung-Krobokan, Rp. 300.000,- s/d Rp. 2jt/bln untuk daerah Renon-Panjer, Rp. 300.000,- s/d Rp. 1jt/bln untuk daerah Kuta (harga tidak baku, hanya perkiraan) dan bisa ditempati maksimal 30 hari). Ingatlah bahwa jumlah rumah kos di Bali sangat banyak dan menyemut. Di satu gang aja bisa terdapat 2-3 rumah kos dengan jumlah kamar antara 4-12 kamar.

Untuk urusan perut, jangan khawatir. Pastikan Anda memiliki budget minimal 20 ribu sekali makan. Meskipun biaya nasi campur per bungkus hanya 4-5 ribu rupiah, namun tak ada salahnya menyisihkan uang lebih untuk berjaga-jaga. Selain itu, ada alternatif nasi jinggo (nasi khas Bali, atau di tempat lain disebut juga sego kucing). Harganya 2 ribu, dan memang kurang mengenyangkan. Tapi bisa dijadikan pengganjal perut di malam hari, karena nasi jinggo hanya dijual setelah maghrib tiba.

Nah, saya rasa uang 1,5 juta sudah lebih dari cukup untuk berbackpacking ria dari pulau Jawa ke Bali selama seminggu melalui jalur darat. Eh jangan lupa juga bawa peta Bali yang kalian perlukan. Dan jangan lupa mengambil brosur-brosur tempat wisata di sepanjang jalan yang kalian lalui.

Happy Backpacking, guys!