Ini dia film Indonesia yang mencoba meniru jejak-jejak kesuksesan film sex comedy Indonesia sebelumnya (Kawin Kontrak, XL, Quickie Express, dsb). Tapi jujur aja, ga ada kepuasan batin pas aku nonton film ini. Tora Sudiro memang lucu, suara Amingpun lucu, dan si Richa Novisha juga cantik, tapi yang menjemukan adalah unsur komedinya yang terlalu memaksa. Entah gimana pendapat orang lain setelah nonton film ini, tapi menurutku banyak adegan atau hal-hal konyol yang memaksa kita untuk tertawa. Di dalam gedung bioskoppun rasanya kering, ga ada yang ngakak-ngakak atopun komentar lucu. Mungkin ada, tapi sebagian kecil. Terkadang kita harus tertawa untuk mencairkan suasana. Yah, Tora Sudiro memang lucu, tapi alur ceritanya yang ga lucu banget. At least, aku kecewa nonton film ini. Mendingan pas aku nonton XL deh… Di film itu lebih banyak konflik ketimbang film ini yang konfliknya setengah memaksa. Tapi buat yang suka ama film Namaku Dick, ya silahkan aja. Sah-sah aja kan kita beda pendapat? Hehehe… Jumat besok aku review Ironman, ditunggu ya! Jangan nonton duluan! :no: