Masi inget film Beranak Dalam Kubur yang sempet laris tahun 1972 yang diproduksi berdasarkan cerita bergambar yang judulnya “Tangis dalam kabut”, karya Ganes TH. Film itu menceritakan tentang psikopat yang ngebunuh ibunya demi merebut perkebunan. Kematian ibunya membuat sang ayah menjadi hilang ingatan. Kemudian dia meracun sang adik yang baru nikah dan dalam keadaan hamil, tapi ternyata tidak membuatnya meninggal. Ketika hendak dikubur, terdengar suara tangis bayi. Ternyata sang adik melahirkan. Segera dokter dan pembantunya menolong sehingga bayi itu selamat. Naas, ibunya tak terselamatkan. Kemudian arwahnya bergentayangan menakuti seluruh penduduk di daerah perkebunan itu. [info lengkap]

Film ini “katanya” remake dari Beranak Dalam Kubur-nya Suzana itu. Kemarin aku sempet nonton di Galeria. Hasilnya?

Teror hantu itu terjadi gara2 beberapa mahasiswa kedokteran yang berkunjung ke salah satu RS dan iseng masuk ke kamar mayat yang telah ditutup. Dan disana mereka menemukan sesosok mayat perempun terbungkus plastik yang dibiarkan begitu saja. Semenjak kejadian itu, teror datang bertubi2 sehingga berujung pada kematian 2 orang temannya. Satpam RS itu menceritakan bahwa mayat itu telah dikubur berkali2 namun tetap kembali lagi ke RS itu. Jessy dan satpam itu lantas menemui orang pintar untuk menanyakan yang terjadi. Ternyata, mayat itu adalah korban pembunuhan. Ia dibunuh oleh pacar yang telah menghamilinya dengan cara santet dan ketika di kubur, mayat itu sempat melahirkan bayinya, namun mati. Lalu Jessy dan Jovan diberi sebuah alamat rumah teman mayat itu. Sementara itu, teror terus berlanjut. Sewaktu hantu itu meneror Titaz, beruntung Jessy dan Jovan berhasil melarikan ke RS sehingga nyawanya tertolong.

Segera Jessy dan Jovan menemui Maya, nama teman mayat itu. Ternyata Maya selama ini tidak mengetahui keberadaan Jasmine, nama mayat itu. Jasmine, dulu bercita2 menjadi penyanyi terkenal di ibukota. Sayang, nasib buruk menimpanya. Saat tau bahwa dirinya hamil, ia memilih untuk tinggal bersama sang pacar, yang ternyata membunuhnya.

Sebenernya film ini ga ada jalan ceritanya. Judulnya pun terdengar aneh. Karena selama nonton film ini ga ada kesamaannya dengan film aslinya. Penampakan hantunya pun seperti biasa, hantu ala Indonesia yang selalu mengejutkan dan diiringi backsound yang sangat keras. (Mungkin itu yang bikin aku kaget2an n tutup mata&telinga). Pada intinya, film ini ga layak diangkat menjadi film layar lebar! Bahkan, kualitas film ini jauh lebih buruk ketimbang film Jelangkung. Apa masih banyak masyarakat yang penasaran pengen nonton? Ya, silahkan aja… Tapi yang jelas, aku uda rugi 20 ribuuuuu!!!!! Balikin duitkuuuu!!! :((