Suatu ketika, di sebuah gubuk kecil yang dihuni oleh seorang prajurit wanita bersama ibunya tiba-tiba diseorang oleh pasukan tak dikenal yang akhirnya diketahui identitasnya sebagai pasukan Mosq. Pasukan Mosq menyerang secara membabi buta menggunakan tombak dan berusaha menyakiti dua wanita tak bersalah itu. Setelah sekian lama berusaha pasrah dan darah tercecer dimana-mana, akhirnya sang prajurit memutuskan bahwa ia harus melindungi ibunya dari serangan-serangan pasukan Mosq yang benar-benar tidak berprikemanusiaan dan prikeadilan itu…
Dengan sigap sang prajurit mengambil sebuah senjata untuk melawan sejumlah pasukan Mosq. Yah dengan senjata sebilah pedang beraliran listrik itulah ia bertarung melawan pasukan Mosq yang terus menyerang tanpa rasa iba. Pertumpahan darah pun terjadi, pasukan Mosq berguguran dan suara ledakan demi ledakan itu benar-benar telah memecah keheningan malam. Namun tak seorangpun datang untuk menyelamatkan mereka.
Arghhh… sial! Senjatanya tak lagi membunuh sementara pasokan senjata milik pasukan Mosq terus mengalir tanpa henti. Serangan demi serangan diterima dengan ikhlas. Sang prajuritpun memilih untuk menarik selimut dan bersembunyi di balik selimutnya sambil menggumam “ahhh awas kau nyamuk-nyamuk sialan. untung raket nyamukku lowbat, kalo ga, pasti kubasmi kalian”.
Ahahhhh! Membasmi nyamuk itu memang benar-benar melelahkan :nyerah:

Question: kenapa banyak nyamuk yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa???