Beberapa hari terakhir ini, blog saya sering menjadi sasaran pengunjung iseng. Banyak komentar yang bersifat mencela, melecehkan dan bahkan memaki tak jelas. Beberapa dari komentar-komentar itu memang ada yang saya hapus, namun ada beberapa komentar yang saya anggap angin lalu.

Ada yang mengatakan bahwa saya ini perek murahan yang tidak sadar diri. Ada juga yang mengatakan bahwa wajah saya ini perlu renovasi alias operasi plastik. Tak tanggung-tanggung, ada yang meyakini bahwa saya pernah melakukan aborsi. Entahlah apakah pelakunya orang yang sama atau tidak, tapi yang jelas saya mulai merasa terganggu dengan kehadiran komentar-komentar semacam itu. Bagaimana tidak, di sebuah postingan yang berbicara tentang makanan nikmat, tiba-tiba ada komentar usil seperti itu.

Tak ada yang perlu saya perjelas disini. Saya juga tidak akan melakukan orasi dengan berkata bahwa saya 100% bukan perek, atau saya tak pernah melakukan aborsi, atau apapun itu. Saya pikir wajar apabila saya adalah wanita yang sudah menikah dan menderita penyakit tertentu kemudian saya harus melakukan aborsi. Saya pikir wajar jika saya seorang artis yang sedang berada di puncak dan ingin memiliki wajah yang sempurna, lalu saya memutuskan untuk operasi plastik. Saya pikir wajar juga apabila saya adalah seorang wanita yang berpikiran pendek lalu memutuskan untuk menjadi pelacur demi merasakan hidup mewah. Sayapun sadar bahwa postingan inipun sebenarnya tidak berguna, justru bisa semakin membingungkan pembaca. Namun, ini hanya sebagai salah satu uneg-uneg yang saya rasakan hari ini, tak memerlukan tanggapan serius.

Saya adalah seorang wanita sanguinis-koleris berusia 25 tahun yang sedang menempuh skripsi, aktif di kegiatan BBC (Bali Blogger Community), blogger yang belum fokus pada satu topik postingan, sangat mencintai diri saya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki. Saya menyukai travelling, dan saya memimpikan New Zealand sejak berusia 6 tahun. Saya adalah wanita penderita pikun akut yang tidak memiliki rasa percaya diri tinggi, sentimentil, emosi yang meluap-luap, spontan dan cerewet. Yang paling penting, saya adalah pecinta mamalia dan juga saya phobia suara tokek.

Apakah saya pelacur? Apakah saya perlu operasi plastik? Apakah saya pernah melakukan aborsi? Apakah saya seperti yang ada di pikiran Anda saat ini? Andalah yang menentukan. Saya akan tetap seperti ini, hanya sedikit lebih selektif terhadap komentar yang masuk. Ngeblog memang tak selamanya indah, tapi saya masih mencintai dunia blog. Salam blogger!