21 Oktober 2008
Hari ini adalah pertama kalinya saya menjaga stand BBC. Sebelumnya mohon maaf buat Sakti dan Dek Didi, karena saya agak terlambat datang, dan saya juga sempat menitipkan stand kepada kalian gara-gara kelaparan. Makan siang kali ini saya memilih Warung Made. Alasannya? Saya tak banyak mengenal tempat makan di Kuta, dan karena saya membawa tamu kehormatan, Chriswan, maka saya rekomendasikan tempat yang ramai dibicarakan orang ini.

Spaghetti Pork Carbonara, Strawberry Yoghurt dan nasi campur ala Warung Made


Setelah selesai, saya kembali ke stand BBC dan berjaga disana hingga pukul 10 malam. Senang rasanya, karena banyak rekan-rekan BBC dan non BBC yang hadir malam ini. Thanks buat Chriswan, Sakti, Dek Didi, Aprian, Eka DS, Nisa, Mery, Denny, Mas Hendra, ArieNovan, Simon, Wahya, Tewel, Bli Dewaji, Dexno, Adit, dan entah siapa lagi yang menemani saya hari itu… Terima kasih juga karna menu makanan hari ini adalah nasi pedes.

Nasi Pedes di depan Joger - Kuta

Malam ini saya harus pulang, merebahkan diri di kasur tercinta untu melepas segala penat setelah perjalanan panjang. Karna masih ada hari esok, esok dan esoknya lagi. Semangat!!!!!

22 Oktober 2008
Hari ini kakak sepupu saya merayakan ulang tahunnya yang ke 26. Happy birthday, Rio! Semoga konser bandmu selalu sukses, dan kudoakan agar debut albumnya sukses, agar kamu tak hanya menjadi artis di ibukota dan Singapura, tapi dikenal dan disegani di seluruh Indonesia, dan Asia.

Baiklah, pagi ini saya mulai menuju ke Kuta pukul 10 pagi. Matahari sedang bersinar terik, dan sinarnya menembus ke dalam pori-pori. Menyengat rasanya. Biasanya saya akan mulai merasa pusing dan hilang keseimbangan bila dihadapkan dalam situasi seperti ini. Tapi untunglah tidak. Selesai menjemput Chriswan, kami menuju ke Istana Kuta Galeria untuk bertemu dengan Mbak Santi dan Mbak Dian di kantornya. Kami berempat menuju ke kompleks pertokoan itu, dan mampir sejenak di Warung “Mamimu” untuk makan siang. Spaghetti tuna, spaghetti bolognaise, soto dan tahu telor yang kami pesan datang satu persatu. Butuh banyak waktu untuk menunggu pesanan kami datang. Sungguh T E R L A L U!! Selera makan saya mendadak bumi hangus, luluh lantak akibat penantian yang tak berujung itu. Sudahlah, lupakan…

Di Warung “Mamimu” - Istana Kuta Galeria

Kemudian saya menuju ke stand BBC *lagi* untuk sekedar menyapa Dek Didi yang sedang berjaga-jaga disana. Tapi waktu saya tiba di lokasi, Dek Didi belum ada di tempat. Akhirnya saya meninggalkannya dan berkeliling ke venue Asian Beach Games (ABG). Tak ada yang menarik di acara ABG ini, sayapun tak tertarik untuk mencari tahu. Sekitar pukul 6 WITA, kami menemui Mbak Sekar di Samudra Cafe, Pantai Kuta. Maksud hati sembari menanti Dek Didi datang ke stand BBC (tapi ternyata Dek Didi sudah ada di stand sedari tadi, saya baru mengetahuinya setelah confirm via Arie).

Venue Asian Beach Games yang di Halfway Pantai Kuta

Sunset @Kuta Beach

Sebenarnya hari ini saya harus pulang lebih awal. Si Angsa chubby itu telah menungguku di Denpasar. Akhirnya pukul 7 malam saya sempatkan berkunjung ke stand BBC, dan sudah ada Dek Didi dan beberapa teman disana. Lega rasanya mengetahui bahwa stand tidak kosong hari ini. Namun tetap saja, saya pulang dengan hati yang berat. Sebenarnya masih banyak yang harus saya lakukan disini, tapi apa daya… Saya harus pulang.

23 Oktober 2008
Chriswan pernah meminta saya untuk memasak ayam sisit. Sepengetahuan saya, ayam sisit itu ya ayam suwir yang ada di nasi jinggo. Tapi teman saya bilang, ada juga ayam sisit bumbu matah. Baiklah, saya bisa memasak ayam sisit versi saya. Siang ini, kami memasak ayam sisit dan bistik daging giling. Sebenarnya bukan bistik original, karena biasanya perlu waktu seharian untuk memasak bistik hingga bumbunya meresap. Tapi bistik versi kilat ini tak kalah enaknya kok.

Bistik daging dan ayam sisit

Setelah selesai memasak, saya mendengar info dari Mbok Lode bahwa ada lomba ngejuk kucit (menangkap anak babi) di Pantai Kuta. Alhasil, rencana ke Pantai Balangan tertunda. Kami bergegas ke Pantai Kuta untuk melihat aksi ini. Tapi sayang, kami terlambat 15 menit. Ya sudahlah, yang penting masih sempat memotret kucitnya.

Sunset hari ini cukup dinikmati dari Pantai Kuta. Nongkrong di Circle K bersama Chriswan dan Betha, dan saya asyik menikmati perdebatan seru antara Chriswan dan Betha seputar cinta sejati. Setelah selesai berdebat, kami melanjutkan perjalanan ke Ryoshi, Japanese Resto yang katanya lebih mantap dari Sushi Tei. Dan hasilnya? Sangat jauh! Sushi Tei still the best!!

PS: Postingan ini bukan yang terakhir, masih ada 1 bagian lagi!