Acara BBY seharusnya dimulai pukul 7.30 pagi, namun ternyata banyak yang datang terlambat -dan tentu saja bisa dimaklumi adanya- sehingga akhirnya tertunda hampir satu jam. Entah siapa saja yang hadir, saya tak ingat. Seingat saya ada Nengthree disana, tapi kenapa beliau tak menyapa saya? Bila berkenan, silakan kalian mengisi komentar disini sehingga saya tau siapa yang hadir di acara BBY kemarin…

Setelah bebersih dan pembagian doorprize

Singkatnya, saya mendapat peran di kelompok 3 yang berisi Saya, Lala, Rolly, Chatoer dan…. Who more? Ternyata kelompok ini paling pemalas. Sejak di garis start (Taman Ganesha), sepanjang Dago, Jl. Dayang Sumbi dan sampai akhirnya tiba di garis finish (Taman Ganesha lagi), yang kami lakukan hanya makan dan minum sementara tangan satunya mengais sampah. Sungguh menjijikkan tapi sensasinya luar biasa! Hihihi… Hidup kelompok 3!!! Eh tapi ternyata sepanjang rute ini kelompok kami tercerai berai, menjadi sebuah kelompok besar yang narsis alias foto-foto….

Setelah selesai BBY yang -akhirnya- dihadiri juga oleh Bunda Endhoot, Adham, Petra dan GiE, tibalah saatnya pembagian doorprize (mulai dari voucher Edward Forrer 25%, prepaid Speedy, pernak pernik dari Qwords, voucher menginap di Lembang, starter pack, hingga hadiah berupa HP) dan saya mendapatkan starter pack Fren dan juga voucher All You Can Eat di Republik Kuliner. Senangnyaaaaa, meskipun saya mengharapkan voucher menginap dan juga HP nya hehehe…

Bayu, Adham, Me

Acara belum juga berakhir disini, sebagian peserta BBY melanjutkan makan siang di Republik Kuliner. Setelah itu masih ada sesi nongkrong di Ngopi Doeloe sembari menanti kedatangan Ichanx. Hari ini cukup melelahkan, sementara malamnya saya harus ke Sabuga untuk menonton ludruk ITB bersama Bunda Endhoot, Hengky, dan Anom -plus beberapa gerombolan Bunda-.

Acara ludruk yang sungguh menarik, tapi sayang hanya sebagian yang sempat terekam handycamnya BBC yang saya bawa. Hihihi… Dan saya suka quote “If not we, who more.. If not now, when more”. Menggelitik! Acara baru selesai pada pukul 10 malam, dan kami memutuskan untuk lanjut ke Chilli Padi hingga pukul 12 malam lebih.

Nasi Goreng Kampong, Honey Lemon Chicken dan Nasi Lemak di Chilli Padi…

Benar-benar melelahkan.. Ini adalah hari tersibuk saya selama saya di Bandung. Tapi saya menyukainya dan tidak menyesalinya. Setidaknya ada yang bisa saya pelajari dari kesibukan hari ini, dan itu rahasia :D *lirik-lirik Bunda dan Yudha*

Thanks to you guys!!!! Mwaaahhhhh i love you all!!!!