Tujuh sutradara…
Enam cerita…
Satu jeritan…

Kalimat diatas merupakan tagline film pembuka ajang iNAFF 2008 di Jakarta pada 14 November lalu. Tapi saya baru bisa menikmatinya di Bandung pada awal Desember ini.

Dimulai dari “Show Unit” film karya Rako Prijanto yang dibintangi oleh Marcella Zalianty dan Lukman Shardi. Bercerita tentang Bayu (Lukman Shardi) yang mencurigai kehadiran perampok di rumahnya, namun secara tidak sengaja membunuh anak tirinya, Shira. Kematian Shira terungkap oleh ayah kandung Shira yang akhirnya ikut dibunuh oleh Bayu. Namun dalam cerita ini, yang melakukan teror terhadap Bayu bukanlah hantu, melainkan seseorang yang menyaksikan perbuatan Bayu. So, this is not a horror movie. This is just a thriller movie! Not so good lah ya…

Film kedua, “Titisan Naya” karya Riri Riza mulai membangkitkan semangat saya. Kenapa? Disini ada my unforgotable man, Junior Lim. Hey babe… Btw, film ini bercerita tentang Dinna Olivia yang acuh tak acuh pada upacara pencucian keris yang sedang berlangsung di rumah neneknya. Dinna yang sibuk menggoda sepupunya itu langsung kerasukan arwah penari leluhurnya seketika. Tapi ini masih belum oke lah ya…

Film ketiga, “The Peeper” karya Ray Nayoan, rupanya belum juga memberikan angin segar. Kisah Bambang (Epy Kusnandar) yang hobi mengintip wanita, mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengintip seorang penari yang memiliki kekuatan magis. Kematiannya tak terlalu terlihat sadis karena efeknya kurang greget. Helloooooww mana screamingnyaaaaa?

Oke.. Oke.. Sabar. Film keempat ada “The List” karya Robby Ertanto. Film yang dibintangi oleh Shanty ini bukannya menakutkan namun justru menggelikan dan freaky. Shanty menyewa dukun langganan mantan pacarnya, dengan tujuan untuk menyantet sang mantan yang telah meninggalkannya demi wanita lain. Tapi tanpa disadari, ternyata sang mantan telah membayar dukun tersebut untuk menyantet Shanty. Jadilah ajang santet menyantet yang lucu, menggelikan, norak, absurd… Freaky!

Tak cukup puas dengan empat film diatas, saya masih berharap ada secercah harapan… Tapi ternyata film kelima “The Rescue” besutan Raditya Sidharta baru sedikit membangkitkan gairah. Mirip film “I Am Legend” or else lah ya, tentang zombie gitu, dimana seluruh Jakarta terjangkit virus yang membuat seluruh manusianya menjadi tak bermoral dan saling memangsa. Eva Celia sebagai pemeran utama di film ini, tapi bukan itu intinya. Saya menyukai efek film ini. Lumayan menghibur. Seenggaknya, sedikit angin segar bertiup…

Film terakhir, “Dara” yang digarap oleh The Mo Brother adalah yang paling mengesankan diantara 5 film lainnya. Jika kalian penggemar film Saw, kalian mungkin akan menyukai film ini. Mengisahkan tentang Dara (Daanish) yang memiliki sebuah restoran, namun ternyata berdarah dingin dan selalu membunuh pria yang dijadikan mangsanya. Uniknya, Dara adalah pembunuh yang keji dan selalu membunuh mangsanya dengan sadis, misalnya menggunakan gergaji listrik, panah, senapan, dan pisau. Film ini nyaris sempurna! Dibalut dengan sedikit scene yang lucu, menegangkan, namun tetap bercucuran darah. Akting Daanish adalah yang paling sempurna. Sorot matanya yang dingin, tutur katanya, semuanya patut diacungi jempol.

Jadi, hanya ada 1 film yang memukau. Tujuh sutradara, enam cerita dan satu jeritan itu memang benar adanya. Tapi hanya satu cerita yang mampu membuat kita menjerit….

PS: Tales from Earth Sea dan Evangelion skip aja yah…