Kalo hari kerja biasa, gue sibuk banget ama urusan kerjaan. Bangun jam 7 pagi, berangkat jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Tiap hari begitu-begitu doank, kecuali Minggu. Kesibukannya? Macem-macem! Mulai dari ngurusin di toko, gudang, sampe urusan kue dan packingnya. Ga jarang juga gue kudu keliling ke ekspedisi langganan gue buat ngirim kue pesenan orang.
FYI, ekspedisi langganan gue ada 4, TikiJNE, Tricor Express, Mentari ama WBU. Nah, khusus buat WBU ama Mentari ini mereka ga mau ngambil paketnya di tempat gue, makanya kudu dianter sendiri ke kantornya. Jam makan siang selalu gue abisin buat packing dan ngirim-ngirim *tapi tetep aja gue bisa makan sehari 4-5x*, sorenya pulang, uda capek dooooong.
Biasanya gue pulang kerja langsung tidur. Lumayan lah tidur 1-2jam, recharge tenaga yang uda setengah mampus. Nah, hampir tiap malem gue selalu ngabisin waktu dengan cara nongkrong. Gue ga suka kalo nongkrong di tempat dugem atopun cafe yang ada live musicnya. Helllloooo, gaul ga harus di tempat dugem, gaul ga harus selalu mahal dan gaul ga harus selalu gengsi *halah*.
Ada beberapa tempat yang jadi favorit tongkrongan gue, diantaranya: Read the rest of this entry »
Mykonos itu adanya di Oberoi, tepatnya Jl. Laksmana no 52. Koordinatnya: S8°41′02.29″, E115°09′28.58″. Tempat ini cukup terkenal, jadi ga perlu repot-repot untuk menuju ke tempat ini. Tapi menu makanan di sini ga halal loh, karna menjual menu yang mengandung daging babi. Kalo aku sendiri uda 2x ke Mykonos, makanya kali ini mau nge-review tempat ini sebagai alternatif tujuan wisata kuliner kalian kalo pas lagi ke Bali.

Sebenernya ada banyak menu yang disajikan, tapi harganya relatif mahal, berkisar antara 23 ribu hingga 75 ribu rupiah per porsi. Bisa juga minta extra fried/mashed/grilled potatoes, garlic/plain pita bread, feta cheese, bruschetta ataupun olives dengan harga variatif (kisaran 5 ribu hingga 20 ribu). Pokoknya kalo mo kesini harus bawa duit minimal 100 ribu per orang… Read the rest of this entry »
Filed under:
Kuliner, Wisata
Waterblow ini sebenernya bukan nama pantai maupun obyek wisata. Obyek wisatanya adalah Pantai Nusa Dua, berada di kawasan Peninsula Nusa Dua.

Nusa Dua Beach
Kalo belum tau, tinggal tanya ke penjaga loket dimana letak Waterblow ini, nanti mereka bakal nunjukin arahnya. Setelah sampai di areal parkir, kita disuguhin papan pengumuman. Yang menarik adalah pengumuman nomer 5. Dilarang mengacung. Bisa aja itu diartikan bahwa kita ga bole ngacungin jari hehehehehe….Trus pengumuman nomer 6 juga. Dilarang panggang-panggangan. Bisa jadi, maksudnya dilarang saling panggang. Tapi kalo sepihak sih bole2 aja :P

Papan Pengumuman
Lanjutin baca…
Filed under:
Tempat Wisata
Mulai Agustus 2008 kemaren, udah 3x ini aku berkunjung ke kota Bandung. Bosen? Ngga dooong. Tiap kali berkunjung ke sini, selalu aja ada kenangan yang ga terlupakan *dan temen-temen baru tentunya*.
Libur panjang di Bali bikin aku & mama berpikir keras untuk milih tempat refreshing. Otak kami udah terlalu lelah buat kerja. Seketika muncullah ide buat ke Bandung selama libur Nyepi - Kuningan. Tanggal 25 Maret kami berangkat ke Jakarta. Batavia Air flight 7P-744 yang kami tumpangi ternyata delay selama 2 jam. Tapi gegara delay, aku jadi bisa nikmatin sunset yang bagusssss banget! Untunglah Mami *tante alias kakak mama* dan Dito, sepupuku, jemput di bandara. Kalo ga, bisa mati kutu kemaleman di airport.
Selama 3 hari kami ngabisin waktu di Jakarta. Keliling dari Mall Of Indonesia, Mall Taman Anggrek, WTC Mangga Dua, Plaza Semanggi hampe ke rumah sodara di daerah Bekasi. Ngerasa gak ada lagi yang dicari di Jakarta, kami mutusin buat ke Bandung.

Secuil keluarga besar yang di Jakarta *eh ini belum setengahnya loh yang ngumpul*
Baca terus dong
Tujuan perjalanan hari Minggu kemarin adalah untuk mencoba kamera baru. Meskipun belum punya koleksi lensa, tapi patut dicoba juga kan? Akhirnya aku, Betha, Gde, mama & papa memilih untuk berwisata ke Karangasem yang letaknya ada di Bali Timur. Candidasa, Amed, Sibetan, Iseh, Tulamben, Taman Ujung dan Bukit Jambul merupakan tujuan kami.
Pertama, kami menuju ke pantai Candidasa. Sepi pengunjung. Sangat disayangkan karena pemandangan di sana cukup bagus. Mungkin kami terlalu siang, matahari terlalu terik saat itu. Namun itu semua tidak mematahkan semangatku untuk berpose ria di pinggir pantai. Memasuki kawasan ini, kami tidak dipungut biaya sepeserpun, bahkan parkir mobil juga gratis. Karena sepi, atau memang gratis?

Pemandangan di Candidasa
Fakir benwid ati2…
Filed under:
Tempat Wisata
Berawal dari perbincangan dengan seorang teman dari Jawa Tengah tentang rencana keberangkatannya ke Bali bulan depan. Sebut saja dia Wanda, seorang perantauan dari Jember yang tinggal dan bekerja di Semarang sebagai karyawan BUMN. *kok jadi ngomongin Wanda?*
Jadi, intinya Wanda ini buta tentang Bali dan dia pengen banget mengunjungi Pulau Bali yang katanya eksotis itu. Maka mulailah saya mengadu urat untuk menceritakan ini itu tentang Bali dan gimana cara ke Bali dengan cara mengirit alias backpacking. Tapi yang mengesalkan, setelah Wanda ada beberapa teman lain yang bertanya hal serupa. Untuk itu saya putuskan untuk membuat postingan di blog. Biar lebih enak, kalo ada yang tanya, tinggal print, ato suruh aja cek di blog ini. Bener kan?
31 Desember 2008 - 1 Januari 2009
BBC punya agenda baksos di Lembongan Island, sebuah pulau kecil nan indah, sekitar 45 menit menyeberang dari Sanur. Lho, tahun baru kok malah baksos? Apa ndak nyesel tuh? Lha buat apa nyesel, masih banyak yang melewati malam pergantian tahun dengan cara tidur nyenyak kok… Apalagi ini acaranya di Lembongan yang indah nan keren itu, sapa tak mau?
Baca terus…
*Keseringan kedatangan tamu blogger ke Bali, postingan saya mendadak berubah seperti infotainment atau ‘Nikmatnya dunia’ yang dibawakan oleh Fauzi Baadilah itu*
Rabu, 10 Desember 2008
Kedatangan tamu blogger Jakarta ini tak lebih menyusahkan ketika Ichanx atau Chriswan datang. (Kedatangan Ichanx hanya saya posting menjadi 2 - 3 bagian, sedangkan kedatangan Chriswan hingga 6 bagian). Jadi saya bisa lebih santai mengantarkan beliau (baca: Imansyah) *nasib jadi guide BBC, pengangguran sendiri*
Hari kedua, saya bertugas mengantarkannya ke Ubud. Kemarin kami (Arie, Yanuar, Dian Ina, saya, Ikke dan Imansyah) sepakat untuk menghadiri anniversary Jazz Cafe di Ubud. Rencana awal adalah, Arie menjemput Imansyah di Kuta, lalu berkumpul di markas BBC. Tapi karena motor Arie dipinjam sang adik, rencana berubah. Ikke menjemput Imansyah di Kuta, lalu berkumpul di markas BBC. Lagi-lagi, Ikke belum bisa keluar kantor hingga pukul 6 sore, karena diskusi yang alot di kantornya. Itu artinya, *arghhhhhhhh* saya harus menjemput Imansyah di Kuta, lalu memboyongnya ke markas BBC. Tapi ternyata beliau yang ke rumah saya dengan penuh pengertian *heheheh* Read the rest of this entry »
Hari kedua di Jogja, saya mulai menyusuri Pantai Parangtritis. Rupanya Paris sekarang berganti nama menjadi “Parangtritis Baru”. Ada renovasi di beberapa bagian. Efek tsunami barangkali… *kalo ndak ada tsunami, ya ndak direnovasi*. Disini agak mendung, tapi untunglah belum turun hujan. Banyak hal yang saya temui. Mulai dari manusia berpacaran (entah yang muda dengan yang muda, ataupun yang tua dengan yang muda), sedikit bule berkeliaran, sebagian memilih untuk duduk di pinggir pantai, bermain-main dengan ombak, dan ada juga yang naik andong. Saya sudah pernah merasakan naik andong. Ngeri, tapi lucu. Hehehe…

Foto-foto lainnya…
Filed under:
Tempat Wisata
Akhirnya sampai juga di bagian akhir dari rangkaian perjalanan saya mengelilingi sebagian Bali.
24 Oktober 2008
Makan siang hari ini adalah babi guling Pak Malen. Banyak yang menyebutkan bahwa babi guling disini enak. Saya dan Chriswan mulai menyusuri Jl. Sunset Road demi mencari warung babi guling ini. Tak dinyana, ternyata tempatnya bersebelahan dengan ruko yang sempat ingin saya kontrak. Namun berhubung rolling door di ruko itu belum terpasang, akhirnya saya memilih lokasi lain. Ternyata makanan disini tidak senikmat yang saya rasakan di Gemah Ripah - Denpasar. Kuahnya spicy, mirip dengan yang di warung babi guling Chandra - Denpasar. Tapi secara keseluruhan, Gemah Ripah is the best!

Babi guling Pak Malen
Kemudian kami berjalan-jalan di sepanjang Seminyak (baca: jalan kaki). Serasa menjadi turis di kota sendiri. Sudah sejak lama saya memimpikan bisa berjalan kaki di sepanjang Kuta, bahkan kalau perlu sepanjang pantai ini. Window shopping, pasti menyenangkan! Dan hari ini saya merealisasikannya. Rencananya pukul 4 sore nanti akan berangkat ke Pantai Balangan untuk mengantar Chriswan memotret sunset, jadi kami menghabiskan waktu untuk berjalan di Seminyak, lalu mampir ke stand BBC sejenak. Ada Bli Dewaji dan Dexno yang sudah berjaga-jaga di stand sambil menikmati Bir Bintangnya. Saya hanya merampas makanan yang tersedia di meja, lalu kabur menuju ke Pantai Balangan.
Yuk baca…
Filed under:
Uneg-Uneg, Wisata