Archive for the ‘ Uneg-Uneg ’ Category

Ngeblog tak selamanya indah

Beberapa hari terakhir ini, blog saya sering menjadi sasaran pengunjung iseng. Banyak komentar yang bersifat mencela, melecehkan dan bahkan memaki tak jelas. Beberapa dari komentar-komentar itu memang ada yang saya hapus, namun ada beberapa komentar yang saya anggap angin lalu.

Ada yang mengatakan bahwa saya ini perek murahan yang tidak sadar diri. Ada juga yang mengatakan bahwa wajah saya ini perlu renovasi alias operasi plastik. Tak tanggung-tanggung, ada yang meyakini bahwa saya pernah melakukan aborsi. Entahlah apakah pelakunya orang yang sama atau tidak, tapi yang jelas saya mulai merasa terganggu dengan kehadiran komentar-komentar semacam itu. Bagaimana tidak, di sebuah postingan yang berbicara tentang makanan nikmat, tiba-tiba ada komentar usil seperti itu. Postingn ini tidak penting

Akhirnya sampai juga di bagian akhir dari rangkaian perjalanan saya mengelilingi sebagian Bali.

24 Oktober 2008

Makan siang hari ini adalah babi guling Pak Malen. Banyak yang menyebutkan bahwa babi guling disini enak. Saya dan Chriswan mulai menyusuri Jl. Sunset Road demi mencari warung babi guling ini. Tak dinyana, ternyata tempatnya bersebelahan dengan ruko yang sempat ingin saya kontrak. Namun berhubung rolling door di ruko itu belum terpasang, akhirnya saya memilih lokasi lain. Ternyata makanan disini tidak senikmat yang saya rasakan di Gemah Ripah - Denpasar. Kuahnya spicy, mirip dengan yang di warung babi guling Chandra - Denpasar. Tapi secara keseluruhan, Gemah Ripah is the best!

Babi guling Pak Malen

Kemudian kami berjalan-jalan di sepanjang Seminyak (baca: jalan kaki). Serasa menjadi turis di kota sendiri. Sudah sejak lama saya memimpikan bisa berjalan kaki di sepanjang Kuta, bahkan kalau perlu sepanjang pantai ini. Window shopping, pasti menyenangkan! Dan hari ini saya merealisasikannya. Rencananya pukul 4 sore nanti akan berangkat ke Pantai Balangan untuk mengantar Chriswan memotret sunset, jadi kami menghabiskan waktu untuk berjalan di Seminyak, lalu mampir ke stand BBC sejenak. Ada Bli Dewaji dan Dexno yang sudah berjaga-jaga di stand sambil menikmati Bir Bintangnya. Saya hanya merampas makanan yang tersedia di meja, lalu kabur menuju ke Pantai Balangan.
Yuk baca…

21 Oktober 2008
Hari ini adalah pertama kalinya saya menjaga stand BBC. Sebelumnya mohon maaf buat Sakti dan Dek Didi, karena saya agak terlambat datang, dan saya juga sempat menitipkan stand kepada kalian gara-gara kelaparan. Makan siang kali ini saya memilih Warung Made. Alasannya? Saya tak banyak mengenal tempat makan di Kuta, dan karena saya membawa tamu kehormatan, Chriswan, maka saya rekomendasikan tempat yang ramai dibicarakan orang ini.

Spaghetti Pork Carbonara, Strawberry Yoghurt dan nasi campur ala Warung Made

Lanjutkan baca petualangan saya

18 Oktober 2008
Fieldtrip Kuta Karnival telah usai. Saya segera mencari tumpangan untuk pulang ke rumah. Teriknya mentari siang ini membuat kulit saya hangus terbakar. Saya ingin mandi untuk menghapus keringat yang mengalir di sekujur tubuh saya. Thanks to Mas Hendra yang mau mengantar saya pulang dan menculik saya ke kantor Baliorange. Sebenarnya bukan diculik, tapi saya yang memintanya karena saya harus melanjutkan perjalanan saya ke Ubud sore ini juga. Awalnya saya berencana ke Ubud bersama Mbak Dian Ina, tapi ternyata beliau sibuk bekerja sehingga tak sempat mampir ke Denpasar. Intan yang awalnya berencana menghadiri story telling di Casa Luna juga tiba-tiba membatalkannya. Alasannya: hangover!
Lalu?

18 Oktober 2008

Hari ini adalah jadwal Fieldtrip BBC (Bali Blogger Community) sebagai salah satu agenda Kuta Karnival. Tujuannya adalah untuk flashback sedikit tentang Kuta di masa lalu. Adapun tempat yang kami datangi yaitu Vihara Dharmayana dan Pantai Jerman (Bekas pelabuhan dagang Kuta). Fieldtrip ini diikuti sekitar 14 orang, termasuk beberapa wartawan dan anggota BBC. Sedikit memang, tapi cukup menyenangkan dan menarik.
Baca terus

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa selama beberapa hari saya menghilang (baca: jarang online plurk, YM dan blog terbengkalai). Tanggal 13-26 Oktober kemarin ada beberapa even yang harus saya kunjungi. Kuta Karnival, Asian Beach Games (ABG), Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), dan Bali Food Festival. Sebenernya masih ada 2 even lagi, yaitu International Bali Taksu Film Festival dan Indonesian Orchid Show. Tapi sayang, saya tak sempat mengunjunginya. Detailnya akan saya ceritakan sedikit demi sedikit. So, don’t miss it, baby!
Bagian I, Tentang Perjalanan dari Airport ke Ubud…

Kenapa rambutmu gondrong?

Pada tahun 1970 an, rambut gondrong sempat menjadi permasalahan yang cukup serius di Indonesia. Mereka yang berambut gondrong tidak diperbolehkan mengurus surat identitas (SIM, KTP) maupun surat bebas G30S/PKI dari pihak kepolisian. Bahkan salah seorang mahasiswa ITB, Rene Coenraad, harus mati tertembak polisi ketika bentrok dengan taruna Akademi Kepolisian dan Brimob pada 6 Oktober 1970 (Sumber: disini)

Bagi sebagian orang, pria yang memiliki rambut gondrong adalah pria sangar yang jauh dari kesopanan, kebaikan dan bahkan jauh dari ilmu (baca: bodoh). Preman, perampok, pemerkosa, penculik, semuanya adalah stereotip pria berambut gondrong. Rambut yang seperti apa sih yang dikategorikan gondrong? Rambut yang menjuntai hingga di bawah kerah baju? Atau rambut yang menutupi telinga? Rambut yang panjang dan tidak terawat? Menurut saya, rambut dikatakan gondrong apabila telah melewati batas kerah baju, baik terawat maupun tidak. Baik yang berkutu maupun tidak. Lalu?

Beberapa waktu yang lalu, saat aku sedang menyantap sego sambel di bilangan Dharmawangsa - Surabaya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh dering telepon. Kudengar isak tangis di seberang sana. Ia berkata, “Fen, Ceking dibawa polisi….”. Hah? Ceking? Yah, Ceking adalah orang yang sangat dekat denganku. Dia adalah orang yang setia mengantar kemanapun aku pergi. Ceking yang selalu menyediakan gado-gado favoritku ketika aku datang ke rumahnya. Ceking yang selalu menawarkan ayam goreng kesukaanku, dan Ceking yang selalu berbagi es krim denganku.

Akupun bertanya-tanya, kenapa Ceking dibawa polisi. Sebagai tersangka, atau sekedar saksi? Melihat dia-yang-menelponku terisak, aku semakin yakin bahwa Ceking terlibat suatu kasus kejahatan atau apalah itu. Dia-yang-menelponku berkata, “tiga setengah gram shabu-shabu ditemukan di kamarnya semalam. Dia digrebek saat pesta shabu shabu di rumah, Fen….” . Seketika aku lunglai dan tak mampu berkata-kata. Lidah ini terasa kelu mendengarnya. Ceking memang sering terlibat kasus, termasuk judi. Bahkan Ceking pernah mendekam di tahanan karena ulah judinya yang menggila. Ini adalah kali kedua aku mendengar berita penahanan Ceking. Esoknya kulihat di MetroTV, SCTV…

PR Blogku naik lagi!!!

Sejak Google update PR nya di bulan Agustus kemarin, blog ini tampak adem ayem dan tetep di posisi PR 3. Ga ada perubahan sikitpun *halah sindrom Laskar Pelangi neh* selain alexa rank yang terus meningkat. Dan kemarin tiba-tiba Zalukhu ngebuzz di YM dan ngucapin selamet karna blogku uda ber PR 4 dan alexa rank saat ini tercatat di posisi 115,536. Wah makasi ya Zal uda ngasi tau, kalo ga sih mungkin aku ga bakal tau sebelum cek ke TKP gara2 widget MyPageRank nya ga cocok. Klik disini buat liat poto-poto dan PR lainnya

Awal Oktober yang indah…

Di awal bulan ini, ada 3 momen penting [seenggaknya versiku yaaaa]….

Pertama, lebaran. Meskipun aku ga ikut ngerayain, tapi seenggaknya aku kebagian imbasnya *makan-makan maksudnya*. Tadi di SMS Heni dan dia ngundang buat makan-makan di rumahnya jam 2 siang. Trus pas nodong Nisa, dia juga nyuruh makan opor di rumahnya jam 6 sore…. *wow*. Okey, intinya met idul fitri 1429H bagi yang ngerayain, minal aidzin wal faidzin. Maapin kalo aku ada salah-salah sama klian smuwah…
Momen selanjutnya apa ya?