Archive for the ‘ Tentangku ’ Category

Operasi Pengangkatan Kantung Empedu

Setelah vonis kolesistitis khronis dari dokter, akhirnya aku menjalani operasi. Tentunya setelah melalui pemikiran, diskusi internal sama suami, info artikel, dan saran beberapa teman.

Operasi ini menggunakan metode bedah laparaskopi, bukan bedah konvensional. Jadi, nantinya hanya akan ada 3 bekas luka jahitan yang berukuran kecil. Kamera yang dimasukkann ke dalam perut akan bertugas menjadi ‘mata-mata’ dokter bedah. Sementara sayatan kecil digunakan untuk memasukkan alat-alat yang dibutuhkan untuk proses pengangkatan kantung empedu.

Operasi direncanakan hari Rabu, 16 November 2011 pk. 13.00 WITA. Maka, suster menyuruhku untuk puasa makan+minum sejak pk 06.00 WITA. Celakanya, perut ini dalam kondisi ‘full tank’ alias belum pup selama masuk RS. Setelah lapor ke suster, ternyata lavarmen alias ‘cuci perut’ tidak diperlukan kali ini.

Pk 10.00 WITA aku mulai menjalani serangkaian tes. Yang pertama adalah foto thorax di ruang radiologi, yang kedua adalah tes rekam jantung alias EKG, dan terakhir adalah tes alergi obat. Untuk tes darah dan segala macamnya sudah dilakukan sehari sebelumnya.

Pk 12.00 aku sudah bersiap di ruang persiapan. Deg-degan itu pasti. Kali ini aku disini bukan untuk proses persalinan, tapi untuk ‘mengenyahkan’ penyakit yang telah menjangkitiku bertahun-tahun (dan baru kurasakan 2 bulan terakhir ini). Setelah tim dokter berkumpul, aku mulai digiring memasuki ruang operasi yang bernuansa hijau itu. Dingin. Tegang. Setelah semua siap, dokter anastesi mulai menginjeksiku dengan obat bius. Bius total. Pelan tapi pasti, kepala terasa berat, hingga akhirnya aku tertidur. Yang kuingat hanyalah omongan dokter, “ikuti saja. Rasa kantuknya jangan dilawan”.
Tiba-tiba terdengar suara memanggilku, “Bu.. Bu.. Bu, bangun. Bangun, bu, bangun”. Aku membuka mata, sedikit pusing, dan ternyata sudah berada di ruang pemulihan. Operasi berjalan lancar, aku hanya perlu diobservasi sejenak. Jika tak terjadi hal-hal diluar dugaan, maka aku bisa langsung kembali ke kamar, tak perlu ke ICU.
Aku baik-baik saja, dan boleh kembali ke kamar. Sakit? Hmm ya. Duduk? Belum boleh. Pipis? Ya dibantu pispot. Setelah 2 hari dimandikan suster, akhirnya aku boleh belajar duduk, berdiri, berjalan dan pipis sendiri ke kamar mandi. Pusing, puyeng, pening, jalan terhuyung2, ditambah lagi sedikit perih pasca operasi. Kata dokter, itu efek antibiotiknya. Akhirnya antibiotik via selang infus dihentikan, dan rasa pusing menghilang perlahan.
So, here I am. I keep alive without a gall-bladder, and I’m healthy. No more pain, I hope. Tapi punya kenang-kenangan 2 bekas jahitan sepanjang 1 cm di perut atas sebelah kanan. (Yang 1 lagi via pusar, jadi tak ada 3 bekas jahitan, melainkan 2)

Postingan sebelumnya
Setelah mengurus ini itu yang cukup ribet (jadi ribet mungkin gara-gara aku menggunakan asuransi), akhirnya aku mendapat kamar. Royal Queen/VIP C, seharga 450rb/hari. Kamar ini lebih mahal daripada kamar yang aku dapat ketika melahirkan baby DJ, tapi kenapa lebih sempit? Oh well… Ada ruang tamunya.
Oh ya, sebelum pindah ke kamar, suster sudah mengambil sampel darahku dan memasang infus. Sejatinya darah itu digunakan untuk tes bakteri (lupa namanya), dan tes golongan darah (atas permintaan sendiri). Katanya besok akan keluar hasilnya. Sorenya datang petugas untuk mengambil sampel darah (lagi), karena dokter menyarankan tes darah lengkap.

Read the rest of this entry »

Sebulan setelah melahirkan baby DJ a.k.a Daniel Joseph, aku merasakan nyeri hebat di ulu hati. Sebulan ini aku selalu begadang setiap hari, mencuri waktu tidur ketika baby DJ sedang terlelap. Otomatis jadwal makanku ikut kacau. Bisa makan siang saja rasanya beruntung dan luar biasa. Maka tak heran jika hari itu aku terserang maag -yang menurutku tak seperti biasanya-.

Read the rest of this entry »

Saya memang bukan orang penting, tapi setidaknya saya yakin beberapa dari kalian -teman2 saya- pasti bertanya-tanya kemana si empunya blog ajaib ini.

Sejak beberapa bulan lalu, mendadak saya meninggalkan dunia perbloggingan, termasuk plurk, twitter, dan komunitas blogger yang paling saya cintai. Bukannya apa-apa, saya sedang menjalani sebuah proses^^

Apakah saya berhenti menulis karena otak saya terserang penyakit kronis semacam kanker otak atau pikun akut? Tentu tidak! Saya masih menulis, hanya saja saya menulis di Facebook^^.

Apakah saya berhenti menulis karena suami saya melarang saya menulis? Aha, tentu tidak! Hingga detik ini belum ada seorangpun yang melarang saya menulis blog, termasuk suami^^. *emang punya gituh?*

Apakah saya berhenti menulis karena saya capek dengan orang-orang yang tidak sepaham dengan saya? Absolutely NOT! Seorang pemberontak, keras kepala, egois dan kiddo seperti saya tentunya tidak akan pernah mempermasalahkan hal ini.

Lalu, apa alasan saya berhenti menulis?
Lanjut baca

Bandung - Jakarta - Jogjakarta

Dear para pengunjung blogku yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, adakah dari kalian yang bersedia kopdar? Hihihi *teteup*. Berhubung saya harus stay di Jakarta for a while, kemudian lanjut ke Jogja, maka dari itu saya akan berbagi jadwal peredaran saya di kota-kota tersebut:

  • Jakarta
  • Tanggal 22-25 November saya beredar di Jakarta dengan perincian sbb: Tanggal 22 November saya beredar di kantor BPPT tempat dilaksanakannya Pesta Blogger 2008. Saya mewakili Bali Blogger Community (BBC) bersama 4 rekan saya lainnya yaitu Bang Yoskebe, Dian Aryanti, Wibisono dan Om Brokencode. Selebihnya saya akan beredar di seputaran Jakarta Timur, kalau perlu menumpang Simbok di Cibubur, biar bisa ikutan jadwal kopdarnya di Cibujang hihihihi *becanda mbokkkkk*. Tanggal 25 November saya beredar di Hotel Millenium - Jakarta Pusat untuk menemani Ikke yang dinas di Jakarta. Selanjutnya…

Rangkaian Bukber, Kopdar dan Nobar

Wah ternyata hutang-hutangku uda banyak…. Baiklah, diurutin aja yah…. Selamat menikmati dan semoga kalian ga bosen… Postingan ini adalah serangkaian kegiatan bukber bareng BOC tanggal 11 September kemarin, trus dilanjut kopdar tiga diva di Kuta tanggal 12 September kemarin, dan terakhir Nobar Kungfu Panda tanggal 13 September.
Lagi-lagi harap perhatiannya buat yang fakir bandwidth…

Setelah 25 tahun menanti-nanti….
Setelah sempat merasakan gagal beberapa tahun yang lalu…
Setelah akhirnya aku memutuskan untuk berpindah ke lain hati…
Dan setelah aku merasakan nyaman dan dihargai olehnya…
Akhirnya sekarang aku siap bersanding dengannya!!!
Oh God… please save me!
Hari ini aku resmi menyandang status…….. Penasaran?

Senin, 25 Agustus 2008 kopdar di JUANDA BARU - SURABAYA pk 21.00 WIB - 22.30 WIB. Diharapkan sih blogger Surabaya bisa pada ke Juanda Baru buat sekedar ketemu :D


Besok (tanggal 21 Agustus) aku bakal ninggalin Pulau Bali tercinta ini untuk sekedar buang sial (sorry ya, Chanx minjem istilahnya dikit). Tiket pesawat uda ada di tangan dengan tujuan DPS - SUB - CGK PP. Tenang sodara-sodara, di Surabaya cuman transit barang 45 menit kok. Ada yang mau nekat kopdaran di Juanda? Ya hayukkk…. Mungkin Anggi, Aya, Aldo, Permana, Audy mau nyusul di Juanda? Hehehe.. Ditunggu deh tanggal 21 Agustus jam 07.30 WIB :hehe: Info Kopdar bisa klik disini

Kisah tentang si 25kg…

Melalui postingan ini, aku mau ngajak kalian semua sedikit merasakan kesedihanku…. Jadi ceritanya beginih, aku minta anterin Gde buat beli pasir zeolit (pasir hamster) di petshop yang terletak di bilangan Sunset Road - Kuta. Berangkat dari rumah jam setengah sembilan malem, dengan jurus motor tanpa bayangan alias ngebut, nyampelah kita ke petshop yang dimaksud. Lah ndalah kok tutup! :nyerah: Lanjut!

Apa itu Sudden Deafness?

Sudden Deafness (tuli mendadak) adalah ketulian yang terjadi secara tiba-tiba, biasanya menyerang bagian koklea (lihat gambar) salah satu telinga. Penyakit ini dikemukakan pertama kali oleh De Klevn (1944) dan termasuk keadaan darurat otology namun tidak diketahui secara pasti penyebab serta pengobatannya. Apabila pasien menderita penyakit ini dalam waktu 1-3 hari (masa akut), maka pasien dianjurkan untuk rawat inap untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Namun apabila sudah melewati masa akut, maka pasien dianjurkan melakukan pengobatan rawat jalan, misalnya terapi hiperbarik (HBOT). Terus gimana?