Archive for the ‘ Love ’ Category

Ci Luk Ba…

Hmm.. Jadi kayak main ci-luk-ba nih… Abis pamitan off ngeblog, eh tau tau nongol. Sebenernya alasan hari ini pengen posting sih gara-gara tadi abis renew domain. Nasib… Domain uda di sale begini tetep aja ga laku-laku. Emang ga komersil kali yak ini domen? Huh! Ya uda deh, ketimbang kosong melompong dan alexa terus-terusan merosot tajam, mendingan diisi dikit-dikit. Setuju ga? Hehehe.. *pasang muka ga tau malu*

Sebelum lanjut crita, mo pamer-pamer pacar baru boleh kan yah? Ga perlu nanya kapan jadian, yang penting pacarku uda baru ajah! Lingkaran setan nih, peran ortu kedua belah pihak sangat kental terasa! Haha lebay.. Uda ah, mo lanjutin ceritanya…
Read the rest of this entry »

Teruntuk,

KAMU

Aku hanya ingin memberitahumu, kata “maaf” tak selalu memberi kedamaian. Kata “maaf” tak selalu membuat kita merasa lega setelah mengucapkan ataupun mendengarnya. Apa kamu tahu bahwa kata “maaf” adalah kata-kata yang sulit untuk diungkapkan?

Apa yang kau rasakan ketika seseorang menumpahkan wine di gaun pestamu, lalu ia hanya mengucap “Maaf”, lalu ia pergi?
Apa yang kau rasakan ketika seseorang yang sangat kau benci tiba-tiba mengatakan “Maaf jika aku memiliki banyak kesalahan hingga kau membenciku”?
Apa yang kau rasakan ketika seseorang yang sangat kau cintai tiba-tiba berkata “Maaf, aku tak bisa lagi mencintaimu”?
Apa yang kau rasakan ketika seseorang yang pernah kau sakiti hatinya mengatakan “Maaf karena aku masih mencintaimu hingga hari ini”?

Marah.
Terharu.
Kecewa.
Bingung.

Aku tak siap menerima kata maaf, aku tak siap mengubah kebahagiaanku menjadi abu. Aku tak ingin mengubah binar-binar hatiku menjadi gelap tak bercahaya. Janganlah berganti, tetaplah seperti ini. Biarlah aku tetap tertawa tanpa harus mendengar kata maaf darimu.

Dari,

AKU

PS: Untuk seorang sahabat yang sedang mengalami kegelisahan hati

Awal Oktober yang indah…

Di awal bulan ini, ada 3 momen penting [seenggaknya versiku yaaaa]….

Pertama, lebaran. Meskipun aku ga ikut ngerayain, tapi seenggaknya aku kebagian imbasnya *makan-makan maksudnya*. Tadi di SMS Heni dan dia ngundang buat makan-makan di rumahnya jam 2 siang. Trus pas nodong Nisa, dia juga nyuruh makan opor di rumahnya jam 6 sore…. *wow*. Okey, intinya met idul fitri 1429H bagi yang ngerayain, minal aidzin wal faidzin. Maapin kalo aku ada salah-salah sama klian smuwah…
Momen selanjutnya apa ya?

Kisah tentang pacarku

Malem itu entah kenapa tiba-tiba si pacar minta diapelin. Arghh, padahal kan kudunya dia yang ngapelin ke rumah! Lagian, sejak kapan sih aku punya pacar yang manja ginih? FYI, aku ga tau rumahnya dimana, secara dia juga ga pernah nyuruh aku main-main ke rumahnya selama ini. Kira-kira ada apa ya kok sampe aku disuruh kesana?

Setelah menyusuri jalanan besar dan gang-gang di sekitar perkampungan yang entah apa namanya, aku merasa nyasar! Jalannya sempit. Di sebelah kananku cuma ada tembok tinggi, dan sebelah kiri cuman ada petak-petak sawah. Mungkin ini semacam jalan setapak yang cuman lebar 1 meter. Apa iya si pacar tinggal di daerah gini? Terusin dulu yah, jangan langsung komen

I love u so much, honey!

Ketika ku berjalan menyusuri hatimu
Kutemukan setitik asa memendam rasa

Kucoba tuk sematkan secuil rindu
Tuk cairkan asa yang kian rapuh

Kutitipkan cinta di sudut hatimu
Agar menyatu kebahagiaan kita

Dalam hati….
Aku mencintaimu

©2008 by funkylove

Puisi -Catatan yang terbuang-

Kuukir senja bersama tangis
Kupahat rindu bertumpuk luka
Sayu mataku memandang langit

Kugapai hati menahan sesak
Berlabuh cinta coba awali hidup
Mengais mimpi yang terberai

by. funkylove, 2006

Untitled

Beribu pintas kucoba tuk melepasmu
Berjuta kata kulepas tuk jauh darimu
Sepintas, hadirkan sejuta siksa batin
Seribu kata, hadirkan berjuta mimpi yang kian menyiksa

Akulah hati yang haus rindu
Jiwaku haus oleh kasihmu
Namun apalah jawabku
Jika semua tak kudapati

Dan kumelihatmu tertawa disana…

©2006, FeNNi

Mungkin Aku Yang Salah

Ya, mungkin aku yang tidak mengerti apa itu cinta. Dan akupun tidak mengerti akan arti hidup. Masa kecilku seakan selalui menghantui kehidupanku. 17 tahun hidup penuh penderitaan dan minim kasih sayang keluarga, akupun tumbuh menjadi seorang wanita yang selalu memiliki sifat kekanakan dengan egonya yang tinggi serta emosi yang tak terkendali. Aku yang terbiasa hidup dalam kekerasan dan perkelahian orang tua, aku yang selalu tidak memiliki banyak teman dan juga aku yang selalu ingin diperhatikan, kini telah 100% berubah menjadi sesosok monster besar yang tidak memiliki nyali. Hanya ingin mencintai tanpa ingin dicintai. Untuk apa dicintai, jika hanya kekerasan dan kesakitan yang didapat? Cukuplah aku belajar dari orang tua ku yang telah membina rumah tangga sebanyak 2 kali *dan kuanggap mereka gagal*, namun seolah-olah itu hanya keinginan sesaat. Mencintai tanpa dicintai tentulah amat menyakitkan bagi orang lain, tapi bagiku itulah surga, karena aku tak perlu merasakan ’tersentuh’ oleh kekerasan.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa merasakan cinta yang sesungguhnya. Tapi, sejauh mana aku mengerti akan cinta ini? Masa lalu masih saja terus menghantuiku. AKU TIDAK INGIN DIJAJAH PRIA! Doktrin itu telah menjadikanku selalu berpikir bahwa tidak ada pria yang tidak menjajah wanita. Dengan begitu, akupun akan menjadi sang penjajah. Ya, akulah wanita sang penjajah itu!

Apa aku salah? Tentu! Tapi bagaimana untuk mengubahnya? Siapa yang harus disalahkan atas semua ini? Aku? Pria? Wanita? Orang tuaku? Atau masa kecilku?

Tolong, mengertilah keadaanku dan traumatisku. Aku masih belum sepenuhnya memaafkan orang tuaku, tapi aku juga tidak bisa melemparkan kesalahan pada mereka.

Aku hanya ingin merasakan cinta yang sebenarnya, yang kalian semua rasakan. Bukan cinta dalam bayang-bayang masa kecilku….

Pas bongkar-bongkar archive blogku yangdi fs, tiba-tiba aku nemuin ini yang pernah kuposting tanggal 5 Maret 2005 lalu… So sweet

Di sebuah pulau kecil, tinggallah CINTA, KEKAYAAN, KESOMBONGAN, KESEDIHAN KEGEMBIRAAN, dsb. Awalnya mereka hidup berdampingan n saling melengkapi. Tapi suatu hari ada badai datang n smua penghuni pulau cepet² brusaha nylametin diri sebelum pulau tenggelam oleh air.
CINTA kebingungan, dia ga bs berenang n ga punya perahu. Dia cuman bdiri d tepi pantai.. Sementara itu air dah makin naik membasahi kaki CINTA. Ga lama CINTA ngeliat KEKAYAAN lg ngayuh perahu.
“KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!” teriak CINTA. Jawab KEKAYAAN,
“Aduh, sorry CINTA.. Perahuku uda penuh ama harta bendaku. Aku ga bs bawa kmu, ntar perahunya tenggelam”, trus KEKAYAAN cepet² ngayuh perahunya pergi ninggalin CINTA.
CINTA sedih gbt, tp trus ada KEGEMBIRAAN lewat.
“KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Tp KEGEMBIRAAN terlalu gembira soalna dia uda nemuin perahu sampe dia ga denger teriakan CINTA. Air makin tinggi mbasahi CINTA sampe ke pinggang n CINTA semakin panik. Tak lama lewat si KESOMBONGAN.
“KESOMBONGAN! Bawa aku dong!”, teriak CINTA. Trus jawab KESOMBONGAN,
“Wah, CINTA, kamu basah n kotor.Aku ga bs bawa kmu. Perahuku kan bagus n indah, ntar bs kotor gara² kmu”. CINTA sedih banget dengernya. CINTA mulai nangis. Apa salahku, knp semua orang ngelupain aku?
Trus lewat si KESEDIHAN n CINTA memelas, “KESEDIHAN, bawa aku pleaseee”.
“Maaf, CINTA. Aku lg sedih, aku pngen sndirian saja…”, kata KESEDIHAN sambil terus ngayuh perahunya. CINTA putus asa. Dia ngerasain air makin naik n bakal bawa dia ikut tenggelam. CINTA terus berharap kalo bakal ada yang nyelametin dia. Trus dia berdoa, “Oh Tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?
Pas kritis itu tiba² ada 2 suara yang manggil dia,
“CINTA! Ayo cepet nae ke perahu kami!”. CINTA ga kenal siapa pemilik suara itu.. Setelah dia dislametin ke sebuah pulau laen, lantas dia nanya ke penduduk sana.. Trus jawab penduduk disana “Oh, orang itu tadi? Dia MAAF dan WAKTU”.
Trus CINTA tanya “Tapi, knapa dia nyelametin aku? Aku ga kenal. Tadi aja temen²ku ga ada yg mao nolongin”, kata CINTA heran. “Soalna cuman MAAF dan WAKTU yang bs ngerti kesungguhan CINTA”……..
-end-

Ungkapan Hatiku

Kau bangunkan hati kecilku
Membuatku tergugah tuk mencintai
Kaulah bunga tidurku
Yang slalu kurindu

Betapa besar perasaan ini
Hingga tak mampu jiwaku membendung rindu
Kau tlah mengetuk pintu hatiku
Dan jiwaku berhenti berdetak

Karena ku merasa terbang
Ke nirwana yang ada dalam hatimu
Jauh kurasa perjalananku
Tuk dapatkan ketulusan hatimu