Archive for the ‘ My Campus ’ Category

Materi Keamanan Jaringan

Bagi mahasiswa/i yang mengambil matakuliah Keamanan Jaringan kelas R051 hari Selasa pk 10.30 WITA, silahkan download materi dibawah ini sebagai bahan UAS.

Read the rest of this entry »

Tutorial Mikrotik

Buat yang pengen belajar tentang mikrotik, pengertian, fitur, setup, dsb, silahkan download disini ya :)
Tutorial Mikrotik

SisJarkomII: Distro Linux

Kita semua tau kalo distro Linux itu banyak banget n ga mungkin aku bahas semuanya secara detail. So, disini aku hanya bahas sedikit tentang beberapa distro yang banyak dikenal. Ini juga karena tuntutan tugas matkul Sistem dan Jaringan Komputer yang diajar ama Pak Krisna :)

    * Debian GNU/Linux
    Didirikan pada tahun 1993 oleh Ian Murdock, dikembangkan lebih dari 1.000 developer, repository software-nya terdiri lebih dari 20.000 package (dikompilasi untuk 11 arsitektur prosesor), dan menjadi inspirasi lebih dari 120 distro basis Debian dan Live CD. Debian meraih reputasi sebagai salah satu distro teruji paling baik (best-tested) dan bebas bug (bug-free) saat ini.
    Kelebihan: Sangat stabil, quality control hebat, dibekali lebih dari 20.000 package software, mendukung lebih banyak arsitektur prosesor dibanding distro lain
    Kekurangan: Siklus rilis lambat (setiap 1 - 3 tahun), diskusi di mailing list dan blog developer begitu konservatif
    Alternatif basis Debian: Ubuntu, Damn Small Linux, KNOPPIX, sidux, Dreamlinux, Elive, Xandros, dan 64 Studio.
    * Fedora Core
    Pertama kali dicetuskan pada tahun 1995, namun dipublikasikan secara formal pada September 2004. Pada awalnya, Bob Young dan Marc Ewing merilis Red Hat Linux. Produk perdananya yaitu Red Hat Linux 1.0 “Mother’s Day”, yang dirilis pada tahun yang sama dan diikuti sejumlah update bug-fix. Pada tahun 1997, Red Hat mengenalkan RPM package management system revolusioner dengan fitur dependency resolution dan fitur canggih lainnya. Terobosan ini memberi jasa besar bagi lompatan popularitas dan mengungguli Slackware Linux selaku distro Linux yang paling banyak dipakai di dunia. Tahun-tahun berikutnya, Red Hat menstandarisasikan rilis reguler 6 bulanan.
    Tahun 2003, setelah rilis Red Hat Linux 9, perusahaan mengenalkan beberapa perubahan radikal jajaran produknya. Red Hat mempertahankan trademark Red Hat untuk produk-produk komersialnya, utamanya Red Hat Enterprise Linux, dan mengenalkan Fedora Core, distro yang disponsori Red Hat tetapi berorientasi pada komunitas buat “penghobi Linux”.
    Walau arah Fedora masih banyak ditentukan Red Hat, Inc. dan produknya sering dikali dianggap – entah benar atau salah – sebagai test bed bagi Red Hat Enterprise Linux, tidak ada yang menyangkal Fedora merupakan salah satu distro paling inovatif saat ini. Kontribusinya terhadap kernel Linux, glibc dan GCC sudah banyak diketahui. Integrasi terbaru fungsi SELinux dan teknologi virtualisasi Xen dan fitur lain sekelas enterprise mendapat banyak acungan jempol penggunanya. Sayangnya, Fedora masih kurang jelas dalam strategi desktop hingga memudahkan produk ini dipakai pengguna selain “penghobi Linux “.
    Kelebihan: Sangat inovatif, fitur sekuriti terdepan, jumlah dukungan package sangat banyak, sangat patuh terhadap filosofi Free Software
    Kekurangan: Kurang berorientasi pada komunitas bila dibandingkan dengan distro lain, prioritasnya lebih cenderung pada fitur enterprise daripada kegunaan desktop
    Alternatif Fedora: BLAG Linux & GNU (desktop, free software) , Berry Linux (live CD) , Yellow Dog Linux (sistem Apple basis PowerPC)
    Alternatif Red Hat: CentOS , Scientific Linux, StartCom Enterprise Linux , Lineox
    * OpenSUSE
    Sejarah berdirinya openSUSE dimulai pada 1992 ketika 4 pengguna Linux asal Jerman — Roland Dyroff, Thomas Fehr, Hubert Mantel dan Burchard Steinbild – meluncurkan proyek mereka dengan label SuSE (Software und System Entwicklung) Linux.
    Awalnya, perusahaan ini menjual satu set floppy disk berisi Slackware Linux edisi Jerman. Namun tidak lama kemudian mereka merilis SuSE Linux yang menjadi distro independen versi 4.2 pada Mei 1996. Di tahun-tahun berikutnya, developer SuSE mengadopsi format package management RPM dan mengenalkan YaST, system administration tool basis grafis yang lebih mudah dioperasikan. Dokumentasi berbentuk buku yang bagus, dan ketersediaan SuSE Linux di toko-toko di Eropa dan Amerika Utara turut mempopulerkan distro ini.
    SuSE Linux diakuisisi Novell, Inc. di penghujung 2003. Perubahan besar hasil akuisisi Novell terlihat pada pengembangan, lisensi dan ketersedian SUSE Linux — YaST dirilis di bawah payung General Public License, image ISO didistribusikan bebas di pelbagai server, dan, paling signifikan, kali pertama pengembangan distro dibuka untuk umum agar masyarakat dapat berpartisipasi.
    Sejak peluncuran proyek openSUSE dan rilis versi 10.0 pada Oktober 2005, distro ini betul-betul bebas. Kode openSUSE menjadi base system bagi produk komersial Novell yang mulanya bernama Novell Linux tetapi kemudian menjadi SUSE Linux Enterprise Desktop dan SUSE Linux Enterprise Server.
    Saat ini, openSUSE memiliki banyak user yang merasa puas. Alasan utama openSUSE begitu memuaskan mereka adalah kenyamanan dan sentuhan cantik desktop (KDE dan GNOME), system administration utility (YaST), dan, bagi mereka yang membeli edisi boks, dokumentasi berupa buku.
    Kelebihan: Tool konfigurasi nan komprehensif dan intuitif, repository package software sangat banyak, infrastruktur web site dan dokumentasi bentuk buku (printed) begitu bagus
    Kekurangan: Deal tentang hak paten antara Novell dan Microsoft pada November 2006 tampaknya melegitimitasi klaim hak cipta Microsoft atas Linux, setup desktop dan utility grafis yang rakus resource seringkali membuat distro ini “bloated and slow”.
    * Ubuntu
    Didirikan oleh Mark Shuttleworth, seorang multimilioner kharismatik asal Afrika Selatan, mantan developer Debian, turis luar angka kedua, dan pemilik Canonical Ltd (perusahaan berbasis di Isle of Man). Shuttleworth-lah yang mendanai proyek ini dan rilis pada September 2004. Ubuntu merupakan pendatang baru yang mendapat banyak perhatian, terbukti mailing list Ubuntu langsung dipadati diskusi oleh para user dan developer. Dalam beberapa tahun kemudian, Ubuntu tumbuh menjadi distro Linux desktop paling populer dan memberi andil besar dalam menciptakan sistem operasi desktop yang mudah digunakan (easy-to-use) dan bebas (free). Ia juga mampu bersaing dengan sistem operasi komersial yang ada di pasaran.
    Ubuntu belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan proyek-proyek serupa dan mengupayakan menghindarinya dari awal — ia membuat infrastruktur cantik basis web dengan dokumentasi bergaya Wiki, fasilitas bug-reporting kreatif, dan pendekatan profesional ke end user. Dan berkat kedermawanan sang founder, Ubuntu dapat mengirimkan CD gratis ke semua user yang tertarik, ini turut membantu mempercepat penyebaran distro ini.
    Beralih ke soal teknis, Ubuntu berbasiskan Debian “Sid” (unstable branch), tetapi berisi package-package terkenal, seperti GNOME, Firefox dan OpenOffice.org, yang diupdate ke versi terbaru. Ia memiliki jadwal rilis tiap 6 bulanan plus rilis Long Term Support (LTS) yang memberikan security update selama 3 - 5 tahun, bergantung edisinya (rilis non-LTS disupport selama 18 bulan).
    Fitur menarik lainnya di Ubuntu adalah live CD yang dapat diinstal, creative artwork dan desktop theme, migration assistant bagi pengguna Windows, dukungan untuk teknologi terbaru, seperti efek desktop 3D, kemudahan instalasi device driver proprietary untuk graphics card ATI dan NVIDIA, dan jaringan wireless serta on-demand support untuk codec multimedia berlisensi (non-free).
    Kelebihan: Siklus rilis dan rentang waktu support yang pasti (fixed), user-friendly khususnya buat pemula, kaya dokumentasinya -baik dokumentasi resmi maupun kontribusi user-
    Kekurangan: Beberapa software Ubuntu (seperti Launchpad, Rosetta) adalah berlisensi (proprietary), kurang kompatibel dengan Debian
    Alternatif Ubuntu: MEPIS Linux (desktop), Linux Mint (desktop), Freespire (desktop), gNewSense (free software)

Sumber: MedanLinux

Paper: Internal Memory

Memory komputer bisa diibaratkan sebagai papan tulis, dimana setiap orang yang masuk kedalam ruangan bisa membaca dan memanfaatkan data yang ada dengan tanpa merubah susunan yang tersaji. Data yang diproses oleh komputer, sebenarnya masih tersimpan didalam memory, dan dalam hal ini komputer hanya membaca data dan kemudian memprosesnya. Satu kali data tersimpan didalam memory komputer, maka data tersebut akan tetap tinggal disitu selamanya. Setiap kali memory penuh, maka data yang ada bisa dihapus sebagian ataupun seluruhnya untuk diganti dengan data yang baru.

Walaupun konsepnya terasa sederhana, memori komputer memiliki aneka ragam jenis, teknologi, organisasi, unjuk kerja, dan biaya bagi sistem komputer. Tidak ada satu pun teknologi yang optimal dalam memuaskan kebutuhan memori suatu sistem komputer. Sebagai akibatnya, sistem komputer yang umum dilengkapi dengan hirarki subsistem-subsistem memori, yang sebagiannya bersifat internal terhadap sistem (dapat diakses secara langsung oleh processor) dan sebagian lagi bersifat eksternal (dapat diakses oleh processor melalui suatu modul I/O).

Download full paper: Internal Memory.doc (319KB)

Tentang Kriptografi

Kalo ada temen-temen yang pengen tau tentang Kriptografi, kebetulan pas semester kemarin aku ambil tema Kriptografi buat presentasi mata kuliah Manajemen Teknologi Informasi. Meskipun masih jauh dari kata sempurna, tapi semoga berguna untuk membantu temen-temen sedikit tentang Kriptografi, seperti kriptologi, kriptanalis, kriptanalisis, enkripsi, dekrispi, metode-metode enkripsi (Caesar Cipher, Vigenere Cipher, MD5, RSA, DES, dll), jenis-jenis serangan, dll.

Download: Kriptografi.pdf (412KB)

Perintah Windows vs Linux

Ini adalah beberapa command yang dapat digunakan pada Windows dan atau Linux. Silahkan dibaca :)

No Windows Linux Keterangan
1 dir ls Menampilkan isi direktori
2 cd cd Pindah direktori
3 mkdir ataumd mkdir Membuat direktori
4 rd rm Menghapus direktori
5 chdir pwt Menampilkan direktori yang sedang aktif
6 del rm Menghapus file
7 copy cp Menyalin file
8 rename mv Mengganti nama file
9 type cat Menampilkan isi file dalam bentuk ASCII
10 namaCmd /? namaCmd –help Menampilkan bantuan
11 cls clear Membersihkan layar
12 find grep Mencari kata dalam file
13 date date Menunjukkan waktu
14 edit vi Mengubah file
15 attrib +h mv nmFile .nmFile Menyembunyikan file
16 scandisk fsck Memformat hardisk
17 ver uname -a Menampilkan versi OS
18 ping ping Mengirim paket ICMP
19 tracert traceroute Melakukan trace
20 ipconfig ifconfig Menampilkan konfigurasi NIC
21 route print route -n Menampilkan routing rable

My Freedom

Akhirnya setelah 3 minggu ini ujian, penderitaanku berakhir sudah. Perjuanganku untuk semester ini uda berlalu, tinggal nunggu hasil. Rasanya sih ga lebih baik dari semester kemarin :(

Semester ini banyak matakuliah itung-itungan yang paling ga aku suka. Yah meskipun ada beberapa matakuliah itung-itungan favoritku….. Lucunya, waktu ujian malah matakuliah itu bikin aku jadi stress. Hahaha….

Yasuw…. Yang penting LIBUR!!!!

Ujian Susulan

Pas sakit minggu lalu aku ketinggalan 1 ujian. Nah rencananya mau minta ujian susulan ke dosennya. So, aku mulai ambil langkah…

  • Pertama-tama, aku telpon dosennya
  • Pak Karma (PK): Halo, sore
    Me: Halo, sore pak. Saya Fenny, mahasiswi bapak kelas RPL II
    PK: Oh iya, gimana?
    Me: Gini pak, saya minggu lalu ga sempet ikut ujian soalnya saya sakit. Hari ini baru sembuh makanya saya baru bisa ngabarin ke Bapak. Saya rencananya ikut ujian susulan. Uda nanya ke akademik sih, katanya terserah Bapak aja… *memelas sambil nyengir*
    PK: Oh gitu. Aduh gimana ya caranya. Ya udah kamu Senin telpon lagi ya?
    Me: Oh iya Pak. Sekarang juga masih libur kok, Senin baru masuk… Makasih Pak
    PK: Iya sama-sama…

  • Senin, aku telpon lagi beliau… tapi ga diangkat
  • Selasa, aku telpon lagi beliau… tapi ga diangkat sampe 3x. Akhirnya telpon ke-4 ku diangkat juga…
  • PK: Halo *suara bergema*
    Me: Halo, Pak. Ini saya yang mau ikut ujian susulan
    PK: Oh, kamu &!(!##&&#!)## *ga denger saking bergemanya*
    Me: Halo, gimana Pak?
    PK: Kamu &(!@&!(&@!&(&!# *ga denger lagi*
    Me: Halo, sorry gimana Pak?
    PK: Kamu yang dari STIKOM?
    Me: Iya, Pak. Mau ujian susulan RPL II *lega, karna uda denger*
    PK: Kamu kirim email aja ke saya $%($#)#@$ *bergema*
    Me: Emailnya apa, Pak? *sambil buka buku, ingetku sih pernah nyatet*
    PK: $@%&(#@)% *ga jelassssssssssss +______+*
    Me: Oh, *censored* itu ya Pak?
    PK: Iya, nanti kamu email aja ke saya, nanti saya kirim soalnya via email
    Me: Oh iya deh Pak. Makasi Pak
    PK: Sama-sama

  • So, aku email tuh Bapak sesegera mungkin……..
  • Nunggu balesan ga kunjung tiba sampe sehari, akhirnya aku SMS beliau
  • Me: Pak, saya sudah kirim emailnya, untuk susulan RPL II. Thx Pak. -fenny-
    PK: OK, soal n aturan besok saya kirim.
    Hah??? BESOK?!?!?! Tegaaa….. Ga tau apa perjuanganku mendapatkan soal ujian susulan itu? +________+

Angka Sial: 3

Hari ini kayaknya hari sialku deh…..

Pertama-tama tadi ujian Wireless, dari total 42 soal optional, aku cuman bisa jawab 3 soal! Maksudku, yang uda pasti bener itu 3 hehehe….. Padahal awalnya ga nyangka kalo bakal sepusing ini. Ya aku tau sih kalo soal pilihan itu lebih memusingkan, tapi yang ini bener-bener diluar kemampuanku. Arghhh….

Kedua, aku ujian Sistem Digital. Nah, yang ini sama juga. Dari total 7 soal, aku cuma bisa ngerjain 3 soal! Yang 4 soal itu cuma dapet ongkos nulis deh… Jadi ceritanya gini, aku uda belajar mati-matian buat ujian yang satu ini. Tapi ternyata di detik-detik terakhir sebelum ujian aku baru tau kalo dosennya ngasi tambahan 1x di kampus II dan aku ga tau! Sementara materiyang diajarin pas itu aku ga ngerti sama sekali *uda gitu, banyak pula bahannya*. Nah, pas ngadepin soal ujiannya aku otomatis shock. Dari 7 soal, ada 4 soal seputar materi misterius itu! Huh… Alhasil aku cuma ngerjain 3 soal yang aku rasa so pasti bener smua.

Puas deh puasin!!! Ga tau gimana lagi nasibku besok ujian Orkom hiks.. God, please save me!!! *kata Tuhan, belajarlah nak*

Salah jadwal

Kemarin aku siap-siap buat ujian wireless ama sistem digital. Eh taunya pas malemnya aku sadar kalo ujiannya itu minggu depan, bukan Rabu ini (dikasi tau Mang Sila). So, aku agak tenang…. Brarti tinggal belajar sistem digital yang bobotnya lumayan berat -apalagi Peta Karnaugh nya-.

Semaleman aku belajar, sampe paginya belajar lagi….. Tau-tau pas nyampe kampus aku baru tau klo ujiannya minggu depan juga! Arghhh, kenapa bisa yah sehari salah jadwal sampe 2x? Apa jadinya coba kalo aku tadi ke kampus jam 8? Bisa kecele 2x beneran nehhh…

Btw, hampir aja aku salah jadwal lagi… Ternyata besok bukan ujian 3, tapi cuman 2 :D Thank’s God…