Sebelum saya bercerita lebih lanjut, mungkin ada yang belum tau apa itu bandages? Jadi, bandages itu yang biasa untuk menutupi luka, misalnya handyplast, tensoplast, hansaplast.

-oOo-

Sepulang dari malam mingguan, kami mampir ke sebuah minimarket yang buka 24 jam nonstop tapi memiliki lubang kunci. Niat saya adalah membeli bandages untuk menutupi luka di jari telunjuk akibat patahnya kuku hingga menjorok ke bagian dalam. Bandages yang saya cari adalah hansaplast, tapi sayangnya disana hanya ada satu merk, yaitu Nexcare.

Tanpa ba bi bu, saya membeli bandages itu seharga lima ribu rupiah saja. Dan setibanya di rumah, saya mulai mengeksplorasi isi bungkusnya. Ternyata hanya ada 2 bandages di dalam bungkus sebesar gajah itu (memang tercantum di bungkusnya, tapi saya tidak memperhatikannya dengan detail). Dua? Oke, dua bandages seharga lima ribu saja, yang artinya per biji dikenai biaya dua ribu lima ratus (bisa untuk membeli teh kotak favorit saya).

Setelah saya buka bungkusnya… ALAMAK!!!!

Seketika wajah keponakan-keponakan saya menari-nari di atas kepala saya. Ini bandages anak-anak! Tapi keterlaluan! Kemarin saya memakai hansaplast sudah banyak yang berkomentar aneh, lha ini?

Dan setelah saya sematkan di jari saya *halah*, jadinya… taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

Oke, hiburan selesai! Mau tak mau saya masih harus menggunakan bandages ini, karena tanpa bandages saya tak bisa mengetik dengan cepat *perih*