Ternyata ga cuman AFI. Asian Idolpun ikut berubah menjadi ajang SMS Idola. Pemenangnya bukan yang terbaik, tapi yang paling memikat! Hehe… Apalagi klo kita ngomongin masalah kualitas pemenang AFI yang sama seperti kualitas penyanyi dadakan. Trus kemarin ada Hady Mirza, si ganteng yang berhasil memikat voters dan fansnya. Kualitas vokal? Ah… jangan diomongin lagi deh. Trus sebenernya apa sih tujuan ajang pencari bakat seperti itu? Apa semata-mata cuman buat meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan mempertaruhkan tampang kontestannya? Bukannya semula ajang pencari bakat diciptakan untuk mencari orang-orang berbakat yang berkualitas? Menurut aku, pemilihan suara dengan langkah voting ini sama sekali ga nyata. Lantas apa gunanya juri-juri di depan memberikan komentar, sindiran pedas dan penilaian kalo toh nantinya yang nentuin juga bukan juri? Come on…. bersikap real itu lebih baik daripada bangsa kita dibohongi oleh penampilan fisik sang idola, namun ternyata dalemnya ancur?