Hari ini, pk 21.00 aku membeli koran Jawa Pos dari seorang loper koran yang menawarkannya di sebuah warung seafood. Belum ada keinginan untuk membaca rubrik “Olahraga” atau lebih tepatnya, aku tidak pernah menyentuh rubrik yang satu itu.
Setibanya di rumah, entah apa yang mengerakkan tanganku untuk membuka rubrik “Olahraga” itu. Dengan indera keisengan, aku mulai membaca berita duka dari beberapa keluarga yang ditinggalkan. Radar pencariku mulai menjelajahi satu per satu nama yang ada di setiap baris.
Oh God! Tiba-tiba aku membaca beberapa nama yang sangat kukenal. Paulo Antonio Goenawan dan Maria Stephanie Goenawan. Tiga tahun yang lalu, aku akrab dengan mereka. Ternyata, ayah mereka meninggal. Aku ingin menyampaikan belasungkawaku yang sedalam-dalamnya, mengingat Tante Wenny *mamanya Paulo*, Fannie *adiknya Paulo*, n Paulo sendiri pernah menjadi teman terdekatku…
Tapi entah mengapa, aku bingung. Apa aku harus menyampaikan ungkapan belasungkawa ini? Atau kuacuhkan saja? Toh selama ini dia memusuhi dan memakiku tanpa sebab yang jelas… Tapi itu dosa! Bukankah kejahatan harus dibalas dengan kebaikan?
Berbagai cara kutempuh untuk mendapatkan nomer telepon mereka, tapi tak satupun berhasil. Belasan account friendster kubedah, phonebook kucek satu persatu, semuanya! Tapi hasilnya nihil…
Yah, mungkin aku belum ada kesempatan untuk menyampaikan betapa aku turut berduka atas sepeninggalan papa mereka… Mungkin, hanya lewat blog ini aku mampu menyampaikannya, untuk sementara…. Hanya Tuhan yang berhak atas kehidupan dan kematian manusia. Janganlah kalian mengingat kesalahan Beliau, tapi cobalah mengenang masa indah bersamanya. Tentu itu akan meringankan kepergiannya. Yakinlah bahwa selalu ada jalan bagi setiap umatNya. Doaku menyertai papa kalian…..
Buat Ulo, Fannie, Tante Wenny, aku turut berduka cita. Semoga arwah beliau diterima disisiNya, dan kalian sekeluarga diberi ketabahan serta keikhlasan penuh agar tetap mampu menghadapi masa depan. Aku yakin kalian bisa, karna aku tau perjuangan kalian semua…. God Bless u & family…
Filmnya kocak banget, tapi ya gitu de, aktingnya masih kurang greget. Apa karena mereka kebiasa fokus ke kamera pas nge-VJ yah? Hehehhe… But, aku suka film ini. Seenggaknya ada makna positif yang bisa diambil dari film ini, ga cuma menyuguhkan adegan ato kalimat syur. Yang paling aku suka tuh si Francine Roosenda
Oya, katanya sih Cinta Laura (pemeran Cinta di sinetron Cinderella dulu di SCTV) itu awalnya juga ikutan acara kaya gini…. So, melalui blog ini *ceileh*, aku juga mohon bantuan temen-temen skalian buat ngedukung sepupuku. Caranya, ketik SMS dengan format kaya gini:

Hi, namaku Fenny -biasa dipanggil Fenny, Fenfen, Pepen-, lulusan D3 Manajemen Informatika yang saat ini sedang menempuh pendidikan S1 Sistem Komputer di sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar, Bali dan sedang menyusun skripsi. Memiliki hobi tidur dan jalan-jalan, serta penderita penyakit pikun akut yang harus segera ditangani oleh dokter ahli. Selain itu, penulis memiliki kegiatan ga penting lainnya, seperti kopdar, ngeplurk, ngeblog, YMan dan juga merawat 37 hamster kesayangannya. 





